Jumat, 14 November 2014

[REVIEW] THE DARK KNIGHT RISES
Akhir Sempurna Sang Legenda


Sebenarnya sudah lama saya ingin menulis ulasan tentang film ini. Namun setelah 2 tahun, baru akhirnya tulisan ini saya rampungkan. Well, saya sangat menyukai kisah Batman yang digarap oleh Christopher Nolan, sutradara favorit saya. Menurut saya Nolan telah meletakkan sebuah standar yang sangat tinggi untuk sebuah film superhero, sebuah standar di mana film superhero tidak melulu sebuah tontonan untuk anak-anak, tidak harus selalu menunjukkan kekuatan mahadahsyat seperti yang selama ini dikenal. Dan secara personal, setelah menonton The Dark Knight Rises, saya akhirnya menobatkan ketiga film ini sebagai trilogi terbaik yang perbah saya tonton, melebihi The Lord Of The Rings dan The Godfather.


Sinopsis

8 Tahun berlalu di Kota Gotham setelah kekacauan yang dibuat oleh The Joker. 8 Tahun sejak kematian Harvey Dent yang akhirnya dielu-elukan sebagai pahlawan Kota Gotham. Bruce Wayne pun telah memutuskan tidak lagi menjadi Batman, karena memang Batman memilih untuk disalahkan atas kematian Harvey Dent. Bruce lebih banyak mengurung diri di Wayne Mansion. Kota Gotham pun sekarang menjadi sebuah kota yang tenteram, dan lebih baik dari sebelumnya.

Namun, kemunculan seorang pencuri wanita, Selina Kyle (Anne Hathaway), mengusik kedamaian Bruce Wayne. Peristiwa tersebut juga ternyata menjadi sebuah awal dari rentetan bahaya yang tengah mengintai Gotham. Adalah seorang teroris yang juga merupakan tentara bayaran, Bane (Tom Hardy) yang mencoba untuk membinasakan Gotham. Parahnya lagi, Bane ternyata adalah mantan anggota dari Perserikatan Bayangan yang dulu dipimpin Ra's Al Ghul, mentor Bruce Wayne.

Keadaan ini memaksa Bruce Wayne untuk kembali mengenakan jubah Batman-nya. Ditemani oleh Selina Kyle a.k.a Catwoman, Batman menemukan Bane di markasnya di bawah Kota Gotham. Namun kondisi fisik Batman yang tidak sepenuhnya fit dan telah beristirahat selama 8 tahun membuat Bane bukan tandingan buat Batman. Batman menjadi bulan-bulanan hingga akhirnya berhasil dikalahkan dan diasingkan di sebuah penjara kuno di sebuah wilayah terpencil.

Tanpa Batman, Gotham benar-benar berada dalam cengkeraman Bane. Semua narapidan yang ada di penjara Blackgate dilepaskan. Semua polisi Kota Gotham terkurung dibawah terowongan bawah tanah Kota Gotham. Komisaris Gordon, dibantu oleh seorang polisi muda, John Blake (Joseph Gordon-Levitt), harus bergerilya untuk menyelamatkan Gotham. Bane telah mengubah sebuah energi fusi buatan Wayne Enterprises menjadi sebuah bom atom yang akan meledak dalam waktu 5 bulan kedepan. Tidak hanya itu, Bane juga mengancam akan meledakkan bom tersebut sebelum waktunya jika ada intervensi dari pihak luar atau warga Gotham yang mencoba kabur.

Sementara itu, di tempat pengasingan, Bruce Wayne mendengar cerita bahwa Bane adalah anak dari Ra's Al Ghul yang dulu pernah ditawan di penjara tersebut. Bane berhasil kabur berkat bantuan salah seorang penghuni penjara tersebut. Di penjara ini pula akhirnya Bruce Wayne menyadari bahwa hal yang harus ia temukan untuk menghadapi Bane adalah motivasi untuk hidup. Motivasi untuk membuatnya berjuang lebih keras dalam untuk menyelamatkan Gotham. Motivasi itu bernama kematian.

Sementara itu keadaan Gotham semakin kacau. Bom atom buatan Bane akan meledak dalam beberapa hari lagi. Jim Gordon dengan orang-orang kepercayaannya terus berusaha mencari cara untuk menyelamatkan Gotham. Saat keadaan nyaris tak bisa bisa diselamatkan, Bruce Wayne akhirnya berhasil kabur dari penjara Bane. Batman pun kembali ke Gotham dan memimpin perlawanan terhadap Bane dan pasukannya.

Review

Banyak orang beranggapan bahwa film ini masih memiliki banyak kekurangan dibanding film sebelumnya, The Dark Knight. Bahkan sebagian lagi menganggap film ini juga masih kalah dari film pertamanya, Batman Begins. Namun di luar anggapan-anggapan tersebut, saya justru menganggap film ini merupakan  sebuah penutup yang sempurna untuk dua film sebelumnya. Nolan tahu betul bagaimana mengakhiri kisah sebuah superhero menjadi sebuah kisah yang lebih dramatis. Di tangan Nolan, Batman tidak hanya berakhir sebagai seorang superhero, Batman adalah legenda bagi penduduk Gotham, sebagiamana yang dulu sempat diungkapkan dalam Batman Begins. Nolan mengakhiri kisah Sang Ksatria Malam dengan indah.

Deretan karakter baru dalam film ini memang awalnya membuat kesulitan tersendiri bagi Nolan dalam menampilkan dan memaparkannya. Namun seiring berjalannya cerita, kita akan merasakan bahwa memang tak ada rasanya karakter yang tampil sia-sia. Semuanya memang telah tampil secara proporsional dan pantas.

Film ini juga mampu memberikan kesan yang lebih emosional, terutama karena keberhasilan Nolan dalam menggali hubungan antara Bruce Wayne dan Alfred secara lebih meyakinkan. Karakter sesungguhnya dari tokoh yang diperankan oleh Michael Caine tersebut terasa lebih hidup. Baik Bale maupun Caine mampu membawa hubungan antara majikan dan pelayan ini naik level ke tingkat yang lebih dramatis dan lebih emosional.

Anne Hathaway yang tampil sebagai Selina Kyle juga berhasil membawa kesan seksi, menawan, sekaligus mematikan ke dalam sosok kucing pencuri ini. Karakter dari Catwoman yang memang terkesan abu-abu berhasil dibuat lebih menarik terutama menjelang bagian akhir film. Anne Hathaway berhasil menjadikan Catwoman sebagai daya tarik tersendiri dalam film ini.

Joseph Gordon-Levitt juga melakukan tugasnya dengan cukup baik. Memerankan tokoh John Blake, polisi muda yang idealis sebagai partner Jim Gordon, Levitt mampu keluar sejenak dari akting galau yang biasa ia tampilkan di film-film sebelumnya. Hal yang sama juga dilakukan oleh Marion Cotillard. Walaupun di bagian awal peran Miranda Tate yang ia mainkan terasa sia-sia, namun kemampuan aktris asal Prancis ini mampu memberikan nafas pada karakternya. Hal ini pulalah yang kemudian disesali ketika di akhir film tokoh Miranda yang mempesona justru merupakan sumber dari segala konflik.

Tom Hardy yang muncul sebagai musuh utama Batman di film ini juga luar biasa. Walaupun masih belum bisa menyamai The Joker, namun karakter Bane yang ia perankan mampu mewakili teror yang ia bawa untuk Gotham dan juga memberikan intimidasi yang luar biasa bagi Batman. Tatapan mata dan intonasi suara yang ditampilkan menambah kesan seram pada karakter ini.

Intinya, semua tokoh-tokoh baru di film ini tampil dengan baik dan mampu berada di level yang sama dengan pemeran-pemeran lama seperti Christian Bale, Michael Caine, Gary Oldman, ataupun Morgan Freeman.

Jalan cerita yang dirangkai dengan baik oleh Nolan bersaudara ini dalam film ini juga ditunjang oleh visual effect dan musik yang sangat mengagumkan. Wally Pfister yang sebelumnya telah akrab dalam film-film Nolan kembali mampu menyuguhkan tampilan gambar yang menyenangkan dalam film ini. Tapi yang paling luar biasa tentulah musik yang digarap oleh Hans Zimmer. Orkestra megah yang diusungnya mampu menambah dramatris jalan cerita, bahkan di beberapa bagian mampu membuat merinding.

Dan tentu saja, kredit yang paling besar kembali harus diberikan buat sang sutradara. Meskipun di awal agak sedikit membosankan, namun memang semakin mendekati akhir, film ini terasa semakin powerful. Kepintaran Nolan dalam membuat ending-ending menakjubkan dalam setiap filmya kembali terbukti kali ini.
Nolan mengakhiri film ini dengan sangat memuaskan, namun dengan cara tak terduga. Satu hal lagi yang sangat saya sukai dari film ini adalah bagaiman Nolan mampu menampilkan sosok Robin tidak sebagai pahlawan bertopeng layaknya Batman, tapi Nolan menampilkannya dalam sosok polisi muda idealis, John Blake. Nolan menampilkan karakter ini dengan sangat menawan kemudian mengungkapkan jati dirinya di akhir film dan mengejutkan sebagian besar penonton.

Secara keseluruhan, film ini merupakan salah satu film superhero terbaik yang pernah dibuat, jika memang bukan yang terbaik. Dan jika disandingkan dengan dua film sebelumnya, rasanya akan sangat sulit rasanya bagi film superhero lain untuk bisa menyaingi trilogi ini, bahkan oleh film-film dari genre lain sekali pun. (amn.)

Jumat, 08 Agustus 2014

10 Film Terbaik 2013

10 Film  Terbaik 2013 versi AM MOVIES

Tahun 2013 boleh dibilang merupakan tahunnya film-film Science Fiction dan juga film-film drama biografi. Kendati demikian tetap masih ada film-film dari genre lain yang ambil bagian dalam selama jangka waktu tersebut. Meskipun sudah cukup lama berlalu, penulis tetap tertarik untuk merangkum 10 film favorit atau terbaik di 2013 versi AM MOVIES. Pemilihan 10 film ini sendiri benar-benar murni berdasarkan pendapat penulis sehingga wajar jika banyak pembaca yang mungkin kurang sependapat. Inilah 10 film terbaik 2013 vesi AM MOVIES:

10. The Conjuring
      Genre        :       Horror
      Sutradara  :       James Wan
      Cast          :       Patrick Wilson, Vera Farmiga, Ron Livingston, Lili Taylor
      IMDB  : 7,5        Rotten Tomatoes : 86%
                              





9. American Hustle
    Genre        :        Drama
    Sutradara  :        David O.Russel
    Cast          :        Christian Bale, Amy Adams, Bradley Cooper, Jennifer Lawrence
    IMDB : 7,4           Rotten Tomatoes : 93%





8. The Great Gatsby
    Genre        :       Drama
    Sutradara  :       Baz Luhrmann
    Cast          :       Leonardo DiCaprio, Carey Mulligan, Tobey Maguire
    IMDB:  7,3          Rotten Tomatoes : 49%






7. Fast & Furious 6
    Genre           :       Action
    Sutradara     :       Justin Lin
    Cast             :       Vin Diesel, Paul Walker, Dwayne Johnson. Michelle Rodriguez
    IMDB : 7.2            Rotten Tomatoes : 68%





6. The Hunger Games: Catching Fire
    Genre         :      Action, Drama
    Sutradara    :      Francis Lawrence
    Cast           :      Jennifer Lawrence, Josh Hutcherson, Donald Sutherland
    IMDB : 7,8         Rotten Tomatoes : 89%






5. The Wolf of Wall Street
    Genre         :      Drama
    Sutradara   :      Martin Scorsese
    Cast           :      Leonardo DiCaprio, Jonah Hill, Margot Robbie
    IMDB : 8,3        Rotten Tomatoes : 77%






4. Star Trek Into Darkness
    Genre       :       Sci-fi
    Sutradara  :       J.J Abrams
    Cast         :       Chris Pine, Zachary Quinto, Benedict Cumberbatch
    IMDB : 7,9        Rotten Tomatoes : 87%






 3. Captain Phillips
   Genre          :      Drama
   Sutradara    :      Paul Greengrass
   Cast            :      Tom Hanks, Barkhad Abdi, Barkhad Abdirahman
   IMDB : 7,9          Rotten Tomatoes : 93%







2. 12 Years A Slave
    Genre        :      Drama
    Sutradara   :     Steve McQueen
    Cast          :     Chiwetel Ejiofor, Michael Fassbender, Benedict Cumberbatch
    IMDB : 8,2       Rotten Tomatoes : 97%





1. Rush
    Genre          :      Drama
    Sutradara     :      Ron Howard
    Cast            :      Daniel Bruhl, Chris Hemsworth, Olivia Wilde
    IMDB : 8,2         Rotten Tomatoes : 89%







 Itulah tadi 10 film terbaik di 2013 versi AM MOVIES. Sekali lagi, daftar di atas adalah murni dari opini penulis. Setiap orang memiliki selera yang berbeda dan tentunya pertimbangan masing-masing . Bagaimanapun, yang jelas tahun 2013 layak diingat sebagai salah satu tahun yang akan diingat oleh penggemar film-film bergenre drama dan science fiction. (amn)



  
  

7 Aktor Kandidat Pemeran James Bond



7 Aktor yang Bisa Menggantikan Daniel Craig sebagai 007

Tadi malam secara tidak sengaja saya menonton sebuah acara di salah satu TV swasta. Kebetulan stasiun TV tersebut sedang menayangkan salah satu franchise film favorit saya: James Bond. Melihat akting Daniel Craig sebagai agen rahasia legendaris Inggris tersebut membuat saya iseng-iseng berpikir mengenai siapa saja kiranya aktor-aktor lain yang dapat menjadi pemeran James Bond. Saya mencoba memilih 7 aktor yang mungkin cocok menjadi pemeran James Bond ataupun menggantikan posisi Daniel Craig nantinya. Dan menurut pemikiran saya, inilah mereka:

7. Ryan Reynolds

Tampil cukup baik dalam beberapa film bergenre action sebelumnya seperti Green Lantern dan R.I.P.D, Ryan Reynolds dirasa memiliki modal yang cukup untuk memerankan agen dengan sandi 007 tersebut. Dari segi fisik, suami dari Blake Lively tersebut juga memiliki karakter yang mampu menginterpretasikan sosok Bond sebagai pria yang mampu menaklukkan hati wanita manapun.



6. Michael Fassbender

Meskipun bukan aktor Inggris, Fassbender disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Daniel Craig sebagai James Bond. Aktor kelahiran Jerman ini tampil baik dalam perannya di beberapa film seperti X-men: First Class, Shame, dan Inglourious Basterd.




5. Jake Gyllenhaal

Sempat bersaing ketat dengan Christian Bale untuk memperebutkan peran Bruce Wayne dalam Batman Begins, Gyllenhaal kemudian tampil dalam film-film bergenre action seperti Prince of Persia: The Sand of Time, Source Code, serta Prisoners.




4. Benedict Cumberbatch

Cumberbatch banyak dipuji berkat perannya sebagai detektif legendaris Sherlock Holmes. Adalah tantangan yang sangat besar rasanya bila kehormatan untuk memerankan agen 007 jatuh kepada aktor Inggris berusia 38 tahun ini setelah sebelumnya juga sukses dalam Star Trek Into Darkness dan Tinker, Tailor, Soldier, Spy.




3. Sam Worthington

Aktor Inggris ini dikenal lewat perannya dalam beberapa film blockbuster seperti Terminator: Salvation dan Avatar. Sam Worthington juga digadang-gadang akan jadi pengganti Daniel Craig nantinya sebagai pemeran karakter fiksi ciptaan Ian Fleming tersebut.




2. Orlando Bloom

Nama berikutnya yang muncul untuk memerankan James Bond adalah Orlando Bloom. Aktor Inggris yang satu ini lebih dikenal sebagai perannya dalam beberapa film action bertema kolosal seperti The Lord of The Rings Trilogy, dan Pirates of The Caribbean.




1.       Christian Bale

Ya. Aktor dalam posisi teratas menurut penulis untuk peran ini adalah Christian Bale. Aktor 40 tahun tersebut memiliki hampir semua karakteristik James Bond versi Ian Fleming. Kualitas akting mumpuni plus postur yang bagus menjadikannya salah satu favorit untuk berperan sebagai James Bond. Keberhasilan memerankan tokoh Bruce Wayne a.k.a Batman juga turut berperan dalam menempatkan Bale di daftar teratas. Bahkan, konon kabarnya Bale adalah salah satu kandidat kuat pemeran James Bond dalam Casino Royale sebelum akhirnya diambil oleh Daniel Craig. (amn)




Senin, 21 April 2014

MOVIE REVIEW

THE GREAT GATSBY
ROMEO AND JULIET VERSI FITZGERALD

Judul:
The Great Gatsby
Year:
2013
Director:
Baz Luhrmann
Cast:
Leonardo DiCaprio, Carey Mulligan, Tobey Maguire, Joel Edgerton
Duration:
143 mins.
Genre:
Drama, romance






The Great Gatsby boleh dibilang menjadi ajang reuni bagi Baz Luhrmann dan Leonardo DiCaprio. Ya, setelah sama-sama terlibat dalam film Romeo+Juliet tahun 1996, sang sutradara kembali mempercayakan peran utama dalam filmnya pada Leonado. The Great Gatsby, yang sejatinya adalah sebuah novel sastra karangan F.Scott Fitzgerald pada tahun 20-an, pernah beberapa kali diangkat ke layar kaca maupun layar lebar. Namun, film terakhir yang dirilis pada musim panas 2013 lalu ini terasa begitu istimewa bagi penulis. Film ini dianggap paling mampu menggambarkan jalan cerita berikut suka duka yang hendak disampaikan oleh Scott Fitzgerald. Menampilkan bintang-bintang papan atas Hollywood seperti Leonardo DiCaprio, Tobey Maguire, Carey Mulligan, dan Joel Edgerton, The Great Gatsby menjadi salah satu film terbaik pada tahun 2013 menurut penulis.
SINOPSIS
Film ini sebenarnya diceritakan melalui seorang narrator, Nick Carraway (Tobey Maguire) yang harus menjalani rehabilitasi akibat ketergantungan alkohol. Disini ia kemudian diminta untuk menulis mengenai kenangan-kenangan mengenai dirinya ataupun yang berhubungan dengan itu. Nick lalu memilih menceritakan kisah saat ia pertama kali tiba di New York, untuk belajar tentang ekonomi sekaligus bekerja di Wall Street.
Nick yang baru pertama kali mengunjungi New York menyewa sebuah tempat tinggal di Long Island, tepatnya di wilayah West Egg, sebuah rumah kecil yang berdiri di antara rumah-rumah megah kalangan elit. Nick menyadari bahwa tepat disamping rumah kecilnya berdiri sebuah rumah mewah bak istana milik seorang pria kaya misterius.
Nick Carraway baru menyadari siapa pria itu saat ia berkunjung ke rumah sepupunya Daisy (Carey Mulligan), yang menikah dengan teman Nick sewaktu di Yale, Tom Buchanan (Joel Edgerton). Di rumah itu juga hadir seorang pegolf wanita terkenal bernama Jordan Baker (Elizabeth Debicki). Dari pertemuan itu Nick akhirnya tahu bahwa jutawan yang tinggal di sebelah rumahnya adalah Gatsby, sosok yang kerap mengadakan pesta mewah setiap akhir pekan yang selalu dihadiri orang-orang New York dari berbagai kalangan.
Yang mengejutkan bagi Nick adalah, bahwa beberapa hari kemudian Nick menerima undangan langsung dari Gatsby untuk menghadiri pestanya. Maka pada akhir pekan berikutnya Nick berkunjung ke “istana” Gatsby, dan benar saja, ratusan orang dari kalangan borjuis Kota New York datang ke pesta Gatsby dengan berbondong-bondong tanpa undangan. Hanya Nick yang diundang. Di pesta itu Nick sempat bertemu kembali dengan Jordan Baker, sebelum akhirnya Nick bertemu langsung dengan sang tuan rumah, Gatsby (Leonardo DiCaprio).
Nick kaget mendapati pria misterius yang dalam beberapa hari terakhir diamatinya adalah seorang pria muda yang tampan, jauh dari  yang sempat ia pikirkan. Nick sebelumnya sempat melihat sosok Gatsby berdiri di pinggir dermaga sambil berusaha meraih seberkas sinar hijau yang muncul dari seberang teluk.
Sejak pesta tersebut, Nick mulai menjalin pertemanan dengan Gatsby, walaupun ternyata masih banyak hal yang belum diketahuinya tentang sosok misterius Gatsby. Semuanya mulai menjadi jelas ketika suatu saat Gatsby meminta sebuah bantuan pada Nick. Sebuah bantuan yang tidak terpikirkan oleh Nick sebelumnya. Melalui Jordan Baker, Gatsby meminta Nick untuk mengundang sepupunya, Daisy untuk minum teh. Tanpa sepengetahuan Nick, Gatsby ternyata menjalin hubungan dengan Daisy 5 tahun lalu, namun harus berpisah karena Gatsby harus ikut dalam perang dunia pertama. Saat perang usai, Gatsby yang masih berstatus pria miskin menolak untuk kembali dan meminta Daisy untuk menunggunya sampai ia sukses dan menjadi kaya. Namun setahun kemudian, Daisy justru dilamar oleh Tom Buchanan, seorang anak konglomerat New York. Sekarang setelah 5 tahun, Gatsby kembali masih dengan cintanya yang sama terhadap Daisy. Ia datang dengan kekayaannya, membangun sebuah rumah mewah dikawasan West Egg, tepat berseberangan dengan rumah Daisy di seberang teluk di Kawasan East Egg. Gatsby juga rutin menyelenggarakan pesta mewah tiap minggunya, berharap Daisy juga berkunjung ke pestanya, namun itu tidak pernah terjadi.
Akhirnya pada suatu sore, Nick memenuhi permintaan Gatsby. Nick mempertemukan Gatsby dan Daisy dalam sebuah jamuan minum teh di rumahnya. Gatsby yang terlihat grogi terus diyakinkan oleh Nick bahwa Daisy hanya merasa malu, persis seperti Gatsby.
Setelah kejadian sore itu, pertemuan antara Gatsby dan Daisy pun terus berlangsung. Baik Gatsby, Daisy, maupun Nick dan Baker pun tahu bahwa keduanya masih saling mencintai. Terlebih mendapati kenyataan bahwa Tom, suami Daisy juga bukanlah suami yang baik, yang kerap berselingkuh dengan wanita lain di New York.
Hubungan antara Gatsby dan Daisy lambat laun tarcium juga oleh Tom. Gatsby yang sudah merasa muak dengan kesombongan Tom dan kelakuannya mendesak Daisy untuk mengatakan kalau dirinya hanya mencintai Gatsby dan tak pernah mencintai Tom. Dalam keadaan tertekan Daisy merasa panik dan memilih kabur ke rumahnya dengan mengendarai mobil Gatsby ditemani oleh Gatsby.
Di perjalanan, tragedi itu akhirnya terjadi, Myrtle (Isla Fisher) yang merupakan selingkuhan Tom berlari kearah mobil Gatsby karena mengira mobil itu dikemudikan oleh Tom. Daisy yang sedang menyetir dalam keadaan stress menabrak Myrtle hingga tewas. Untuk melindungi Daisy, Gatsby akhirnya meminta pada Nick untuk tidak mengatakan bahwa Daisy-lah yang menyetir. Gatsby rela disalahkan atas kecelakaan yang terjadi.
Malam itu, setalah semua yang terjadi, ditemani oleh Nick, di rumah mewahnya Gatsby terus menunggu telefon dari Daisy hingga pagi hari. Pagi harinya, Nick pamit pada Gatsby untuk kembali bekerja, sementara Gatsby terus menunggu telefon dari Daisy mengenai rencana mereka untuk pergi meninggalkan New York. Petaka bagi Gatsby terjadi saat ia sedang berenang pagi itu. George Wilson, (Jason Clarke), suami Myrtle yang merasa sakit hati pada Gatsby yang dianggap telah berselingkuh dan membunuh istrinya datang ke rumah Gatsby dan membunuh Gatsby dengan sebuah pistol.
Hari itu, Gatsby meninggal dengan menanggung semua kesalahan dari orang-orang di sekitarnya. Ia dituduh telah berselingkuh dengan Myrtle, menabrak Myrtle hingga tewas, dan juga tuduhan akan kasus korupsi yang menghasilkan kekayaannya. Namun Nick sebagai seorang teman tahu bahwa semua itu tidak benar. Pada hari pemakaman Gatsby, tak satupun orang yang hadir kecuali Nick. Bahkan Daisy pun memilih pergi bersama suaminya pindah keluar kota. Kenyataan ini membuat Nick jijik dan kemudian meninggalkan Kota New York dengan begitu banyak kenangan indah dan menyakitkan bersama sahabatnya Gatsby. Bagi Nick, satu-satunya orang yang tidak pernah membuatnya merasa jijk dan benci hanyalah Gatsby.
REVIEW
Luhrmann kembali dengan gayanya dalam sebuah film. The Great Gatsby tampak menjadi sebuah karya ambisius bagi sutradara berdarah Australia ini. Setelah sukses dengan Moulin Rouge! (2001), Luhrmann terlihat ingin melakukan hal yang sama dengan The Great Gatsby. Mengusung tema cinta nan tragis yang terlihat pada endingnya, plus DiCaprio sebagai pemeran utama, semakin mengingatkan penulis pada karya Luhrmann yang lebih lawas lagi, Romeo+Juliet (1996).
Secara garis besar, The Great Gatsby adalah sebuah film tentang perjuangan cinta yang berakhir tragis, namun dibungkus dengan bumbu-bumbu glamor, penuh warna, dan cenderung hedonis khas masyarakat New York tahun 1920-an. Film-nya sendiri terlihat sangat mirip dengan karakter utama Gatsby. Terlihat menawan dan serba mewah di luar, namun sangat rapuh dan menyimpan kepedihan yang teramat sangat di dalamnya.
Namun demikian Luhrmann, dirasa masih kurang mampu membuat kesan yang kuat pada tokoh Gatsby.  Tokoh Gatsby sendiri rasanya masih ditampilkan ditengah kesimpang-siuran karakter yang sebenarnya. Meskipun menjelang bagian akhir film Nick Carraway sempat menuturkan siapa sebenarnya Jay Gatsby dan asal muasalnya, penjelasan ini dirasa belum cukup untuk meyakinkan penonton mengenai siapa Gatsby sebenarnya, hal yang berefek pada kurangnya simpati yang diberikan penonton terhadap Gatsby setelah kematiannya.
Dalam penyajian jalan ceritanya, Luhrmann dianggap mampu menutupi plot awal film yang dirasa agak membosankan dengan adanya scene-scene yang menampilkan pesta-pesta megah nan glamor, serta dihiasi tata busana dan efek visual yang memanjakan mata. Tata musik dan backsound yang ditampilkan secara apik oleh Jay-Z juga menjadi nilai plus tersendiri bagi film ini, meskipun terkesan agak berlebihan untuk sebuah film yang ber-setting tahun 20-an.
Deretan Cast yang terlibat dalam film ini juga mampu memberikan “nafas” tersendiri. Leonardo DiCaprio sudah tidak perlu diragukan lagi kualitas aktingnya. Bahkan boleh dibilang ini adalah salah satu penampilan terbaik DiCaprio sejauh ini. Aktingnya kali ini jelas sudah jauh lebih dewasa dibanding saat bekerja sama dalam film Luhrmann sebelumnya, Romeo+Juliet. DiCaprio mampu memainkan perannya sebagai seorang pria terhormat nan kaya raya melalui gaya bicara, sorot mata, bahkan dengan senyuman dan lambaian tangan yang ia tujukan kepada sahabatnya, Nick Carraway. Hal yang sama sekali berbeda kalau kita bandingkan dengan aktingnya dalam film lain seperti saat menjadi penyelundup berlian dalam Blood Diamond (2006). Diluar dari kurang maksimalnya sang sutradara dalam mengeksploitasi karakter Jay Gatsby, Leonardo boleh dibilang berhasil melaksanakan tugas yang nyaris sempurna sebagai Jay Gatsby.
Carey Mulligan juga dianggap sukses dalam memerankan karakter Daisy Buchanan. Setelah tampil dengan gaya vulgar dan cenderung urakan dalam film Shame garapan Steve McQueen pada 2011, Mulligan bertransformasi menjadi gadis dewasa, manis, dan mampu memikat penonton dengan tatapan innocence-nya baik saat tertawa maupun saat berurai air mata. Hanya saja, Mulligan dianggap kurang mampu menghasilkan chemistry yang maksimal dengan DiCaprio, lawan mainnya sebagai pemeran utama. Akting yang dibangun Mulligan bersama DiCaprio sebagai Daisy-Gatsby dianggap masih belum mampu menyamai kulitas yang dihasilkan oleh DiCaprio dan Kate Winslet sebagai Jack-Rose dalam Titanic.
Joel Edgerton yang memerankan Tom Buchanan juga tampil mengejutkan. Setelah tampil dalam wujud seorang pria yang sangat menyayangi keluarga dan rela melakukan apa saja demi anak dan istrinya dalam Warrior (2011), Edgerton tampil dengan peran yang berbeda kali ini. Tom Buchanan yang ia perankan adalah sosok pria kaya yang gemar bermain api di belakang istrinya. Tampilan khas bangsawan New York tahun 20-an dan dihiasi kumis hitamnya semakin mempertegas kesan sombong dan arogannya. Dan harus diakui, Edgerton sukses memerankan tokoh Tom Buchanan ini. Selain DiCaprio, ia boleh dibilang sebagai tokoh lain yang mampu memberikan nyawa dalam film ini, bahkan kontribusinya terasa lebih besar ketimbang Carey Mulligan sendiri.
Tobey Maguire seharusnya mampu memberikan kontribusi yang lebih nyata dalam film ini. Namun tidak seperti yang seharusnya, Maguire dirasa tampil terlalu standar, tidak jelek tapi juga tidak bisa dikatakan istimewa. Bahkan selain sebagai narator dan mak comblang antara Gatsby dan Daisy, perannya bisa dibilang tak berarti apa-apa. Hanya di bagian akhir Maguire baru dianggap mampu tampil selayaknya Nick Carraway sebagai seorang sahabat dan orang yang benar-benar peduli pada Gatsby. Terlebih di bagian akhir ini pulalah kita baru mendapati bahwa Carraway juga yang menyimpan semua fakta dan kebenaran mengenai Gatsby.
Jason Clark dan Isla Fisher juga tampil baik meskipun diberikan ruang yang tidak terlalu luas oleh Luhrmann. Namun ruang yang serba terbatas itu mampu dimaksimalkan oleh mereka menjadi salah satu sumber masalah melalui peran mereka sebagai George Wilson dan Myrtle.
Terakhir yang cukup menyita perhatian adalah sosok Jordan Baker yang diperankan oleh Elizabeth Debicki. Sebagai aktris yang relatif cukup baru, Debicki terlihat tidak kagok ketika harus bermain bersama nama-nama besar seperti DiCaprio, Maguire, dan Mulligan. Bahkan menurut penulis, Debicki mampu menjadi daya tarik tersendiri dalam hampir setiap scene dan shoot kamera yang menampilkan dirinya, baik pada saat berkata-kata maupun saat diam.
Secara umum, penulis merasa bahwa The Great Gatsby karya Luhrmann kali ini mampu menjadi interpretasi terbaik dari novel karya Fitzgerald. Bahkan mampu tampil lebih baik dibanding Romeo+Juliet dan tidak kalah dengan Moulin Rouge! yang dianggap sebagai film terbaik Luhrmann sejauh ini.
Dengan mengusung tema yang sebenarnya tidak bisa dibilang baru, penulis tetap mampu melihat The Great Gatsby sebagai salah satu film drama-romance terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Pada akhirnya, The Great Gatsby merupakan sebuah film yang sangat direkomendasikan oleh penulis kepada anda yang menyukai kisah cinta tragis ala Romeo-Juliet, dan disertai tambahan musikalisasi glamor, harmonis, dan penuh warna khas Moulin Rouge!. (amn.)

RATING:
IMDb                     : 7.3/10
Rotten Tomatoes  : 49%
Rating Penulis      : 8.7/10